Selasa, 15 Desember 2015

Deskripsi Metode Berfikir Rene Descartes


 “Aku Berfikir Maka Aku ada”. Sebuah ungkapan yang ditelurkan oleh Rene Descartes. Seorang filsuf dan matematikawan asal Prancis yang kadang disebut sebagai bapak filsafat Modern dan Bapak Matematika Modern. Kalo dibedah secara kata kata perkata. Ada 2 kata yang membuat kita bertanya yaitu Cogito dan Sum. Cogito yang berarti kepala atau pikiran dan Sum yang berarti ada atau hidup. Lalu kenapa Descartes bisa menelurkan slogan itu? Karena menurutnya antara kepala  dan dunia dihubungkan oleh media Ilmu Pengetahuan (sebagai ergo) melalui aktifitas berfikir.
Saya mencoba menerjemahkan secara bebas, maka akan menjadi sebuah urutan menuju dunia. Pertama dimulai dengan berfikir, setelat kita berfikir akan menjadi ilmu pengetahuan dan setelah menjadi ilmu pengetahuan maka jadilah dunia. Sehingga, jika kita tidak berfikir maka tidak jadilah dunia ini. Contohnya, benda-benda diluar angkasa tidak akan pernah ada, jika Galileo Galilei tidak bisa memakai teropong untuk melihatnya. Teropong adalah buah dari pikiran Galileo.
Dari pengantar diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa semua yang kita ketahui sekarang adalah buah dari pikiran. Jadi, tindakan awal kita adalah berfikir. Toh yang membedakan kita dengan makhluk tuhan lainnya adalah akal. Dan akal adalah alat yang kita gunakan untuk berfikir. Dan berfikir juga tidak sembarangan perlu sistematika untuk menelurkan ilmu pengetahuan dan akhirnya menjadi dunia (seperti slogan Rene Descartes).
Menurut saya, hanya ada satu disiplin ilmu yang menuntun untuk berfikir secara sistematis. Yaitu matematika. Kenapa? Karena matematika bukan hanya masalah hitung menghitung semata, tapi juga ada konsep disana. Alasan - alasan  kenapa bisa mencapai hasil tersebut. Ketika kita berfikir matematika itu berbicara hasil akhir, kita salah besar. 2+3=5 itu bukan matematika, tetapi aritmatika. Ketika kita bertanya kenapa 2+3=5? Itulah matematika. Matematika mengungkap alasan dibalik sebuah fenomena melaui angka, bilangan dan symbol. Sekarang, ilmu alam mana yang tidak disandarkan dengan matematika? Tekhnik dengan matematika sampai kepada ekonomi yang merupakan ilmu social pun tidak sempurna kalo tidak disandarkan dengan statistic dan statistic bagian dari matematika. Sekarang, saya mencoba membuat Matematika sebagai penuntun kita dalam berfikir. Hapus semua angka dan bilangan dalam matematika dan kita ambil esensi-esensi dalam matematika tersebut.
Dalam bukunya Tan Malaka yang berjudul Medilog, dikatakan bahwa ada “Three Defenition of Science” atau 3 Defenisi Sains.
1.      Accurate thought atau cara berfikir akurat
2.      Organization of Facts atau penyusunan Bukti. Dan,
3.      Simplification by Generalization atau penggampangan yang mengumumkan
Ketiga definisi itu, satu sama lainnya berhubungan, isi mengisi dan tambah menambah. Untuk berfikir secara matematis, definisi pertama lah yang dituju, lalu ke definisi yang kedua dan begitu seterusnya. Oh iya, kata definisi disini berarti ketetapan atau kepastian. Dalam matematika, Definisi ini sangat penting sekali karena semua theorema (teori) disandar kepada definisi. Definisi ini menuntun kepada accurate thought, akurasi dan berfikir.
Kita telaah dari definisi yang pertama yaitu berfikir secara akurat. Menurut Rene Descartes, definisi yang pertama ini artinya adalah jangan menerima apapun sebagai sesuatu yang benar kecuali, jika sudah mengetahuinya secara jelas bahwa itu memang benar. Dengan kata lain, hindari penyimpulan yang terlalu cepat dan prasangka. Dan tidak memasukkan apapun dalam pandangan kecuali apa yang tampil amat jelas dan gambalang dalam nalar, sehingga tidak ada kesempatan untuk meragukannya. Contoh ketika banyak orang mengatakan bahwa jasad Muhammad ikut dalam Isra’ dan Mi’raj. Kita jangan langsung menerima itu benar sebelum ada bukti yang jelas atau empiris (karena di Al-qur’an tidak dijelaskan apakah jasad Muhammad ikut dalam perjalanan Isra’ dan Mi’raj). Kita harus menelaah dulu apakah benar jasad Muhammad ikut atau mungkin juga tidak.
Definisi yang kedua adalah Organization of Fact. Menyusun fakta (bukti-bukti). Untuk definisi ini, Rene Descartes mengatakan bahwa pilih satu persatu kesulitan yang akan ditelaah menjadi bagian bagian kecil sebanyak mungkin atau sejumlah yang diperlukan, untuk memudahkan penyelesaian. Kembali kepada kasus Isra’ Mi’raj. Tahapan kedua untuk membuktikan jasad Muhammad ikut atau tidak adalah, mencari bukti-bukti yang mengatakan bahwa jasad Muhammad ikut dalam isra’ mi’raj. Apa saja yang bisa membuktikan secara empiris bahwa jasad Muhammad ikut dalam perjalanan tersebut.
Definisi yang ketiga adalah, simplification of generalization. Disinilah kita mulai menganalisis data (fakta) yang kita temukan dan mulai mengaitkan terhadap sesuatu yang umum sudah terjadi. Menurut metode berfikir Rene Descartes, pada tahap ini kita mulai berfikir secara runtut, mulai menganalisis objek-objek yang paling sederhana dan paling mudah dikenali, lalu meningkat setahap demi setahap sampai ke masalah yang paling rumit dan bahkan menata dalam urutan obyek-obyek yang secara alamiah tidak beraturan.  Dan ditahap ini juga kita melakukan perincian yang selengkap mungkin dan pemeriksaan secara menyeluruh sampai yakin bahwa tidak ada yang terlupakan.
Penalaran atau metode berfikir seperti ini yang banyak digunakan oleh semua ahli matematika. Mereka tidak akan menganggap benar sesuatu yang baru sampai mereka menemukan fakta-fakta serta menganalisis fakta tersebut. Sebenarnya, mudah saja untuk bisa berfikir secara matematis. Asalkan kita menolak untuk menerima apapun yang tidak benar sebagai benar, dan kita selalu mempertahankan urutan yang seharusnya untuk menyusun masalah satu persatu. Permasalahannya adalah ketika kita mulai menganalisis hasil temuan. Mulai dari mana kita berangkat. Untuk pribadi saya sendiri. Saya tidak pernah menemukan kesulitan untuk memulai dari mana analisis suatu masalah. Karena saya sudah tahu harus memulai dari yang paling sederhana dan yang paling mudah dikenali.
Contoh ketika saya menganalisis kasus jasad Muhammad tersebut. Saya mulai berangkat dari hal yang paling mudah dikenali. Apa? Yaa saya kenal dengan disiplin ilmu yang saya tekuni. Saya mulai mencari rumus yang pas untuk membuktikan apakah jasad Muhammad ikut dalam isra’ mi’raj atau tidak. Dan akhirnya saya sampai kepada suatu kesimpulan dari analisis tersebut (hasilnya ada di http://kkurus.blogspot.co.id/2015/12/apakah-jasad-muhammad-ikut-dalam-isra.html?m=1 ).
Rene Descartes mengatakan bahwa ketaatan pada beberapa prinsip yang telah dipilih itu memberikan kemudahan dalam menyelesaikan beberaoa persoalan. Sampai dengan persoalan itu baru pertama kita hadapi. Contoh yang hal terjadi kepada salah seorang senior saya. Dia seorang dosen disebuah perguruan tinggi di malang. Suatu saat dia dihadapkan kepada suatu masalah, yaitu vespa nya mogok di jalan dan tidak bisa nyala. Lalu Dia duduk untuk berfikir apa yang salah dengan vespanya. Dia menggunakan metode berfikir seperti diatas. Mulai dari tidak terlalu cepat untuk menyimpulkan sesuatu. Lalu dilanjutkan dengan mengumpulkan data. Mengecek komponen yang membuat mesin vespanya bekerja. Setelah itu dia mulai menganalisis segala kemungkinan dari fakta yang dia temukan tentang kerja sebuah mesin. Dan akhirnya vespanya pun kembali bisa dijalankan. Kasus ini menunjukkan bahwa ketaatan kita kepada sesuatu akan memudahkan kita menyelesaikan masalah tersebut. Dan semuanya dimulai dari berfikir. 

Jumat, 11 Desember 2015

Apakah Jasad Muhammad Ikut dalam Isra’ Mi’raj?



Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”
(QS 17:1)

Berbicara tentang kerasulan Muhammad SAW. tentunya tidak terlepas dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Sebuah perjalanan yang menimbulkan pertanyaan besar. Apakah benar Muhammad melakukan perjalanan ke tempat yang jauh dalam waktu yang singkat? Apakah benar Muhammad melakukan perjalanan menembus ruang dan waktu hingga sidratul muntaha untuk bertemu dengan Allah SWT.?
Seluruh umat Islam di dunia ini mempercayai bahwa Muhammad melakukan perjalanan itu. Tetapi, sebagian umat agama lain tidak mempercayai itu. Karena pertanyaannya adalah kendaraan apa yang digunakan oleh Muhammad dalam melakukan perjalanan itu. Sedangkan ilmu pengetahuan pada saat itu belum menemukan kendaraan yang bisa mengantarkan Muhammad dari Masjidil Haram (mekkah) ke Masjidil Al-Aqsa (Palestina), yang berjarak 1.953 km dalam waktu yang singkat.
Sekarang, dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Apalagi didukung dengan penemuan kecepatan cahaya (3.108 m/s) yang melebihi kecepatan suara (super sonic). Perjalanan Muhammad bisa diterima oleh khalayak banyak. Artinya, saat itu Muhammad diperjalankan oleh Allah SWT. dengan kecepatan cahaya atau mungkin bisa lebih. Mengapa saya berasumsi Muhammad diperjalankan dengan kecepatan cahaya? Karena, untuk menempuh perjalanan dengan jarak yang hampir 2000 km dalam waktu singkat, kecepatan apalagi yang digunakan kalau bukan kecepatan cahaya?
Untuk membaca tulisan ini mari kita samakan asumsi kalau Muhammad diperjalankan dengan kecepatan cahaya. Pertama kita bahas waktu yang ditempuh oleh Muhammad dari Mekkah ke Palestina. Rumus awalnya adalah Jarak = Kecepatan x Waktu. Berarti kalau kita mau menghitung waktu tempuh, rumusnya menjadi Waktu = Jarak/Kecepatan. So, dengan kecepatan cahaya 3.108 m/s (300.000.000 m/s) berarti jika dikonversi ke satuan KM menjadi 300.000 km/s. Lalu kita mulai menghitung waktu tempuhnya. Kita bulatkan saja jarak mekkah ke palestina menjadi 2000 km (agar mudah menghitungnya). Sekarang, kita masukkan ke rumusnya Waktu = 2000 Km/300.000 Km/s. Hasilnya, 1/150 s. Jadi, Muhammad hanya memerlukan 1/150 s untuk menempuh jarak 2000 Km.
Kemudian, yang menjadi masalah buat saya adalah efek yang ditimbulkan dari pergerakan tersebut. Contoh kecil saja, ketika kita menonton film “Fast and Furious 5” ada sebuah adegan ketika 4 tokoh melakukan pencurian mobil polisi dan melakukan Drag Race dengan jarak yang pendek dari satu lampu lalu lintas ke lampu lalu lintas lainnya. Hanya dengan kecepatan ratusan km/jam saja sudah mampu menggetarkan kaca ruko disekitar lintasan Race  tersebut. Kalau kita kaitkan dengan peristiwa yang dialami oleh Muhammad, beliau bergerak dengan kecepetan cahaya yang mencapai 300.000 km/s. Berarti efek yang ditimbulkan pun melebihi apa yang diilustrasikan di film Fast & Furious tersebut.
Selanjutnya, saya mencoba mengaitkan dengan rumus yang diciptakan oleh Albert Einsten yaitu, E=MC2. E= Energi, M= Massa, C= Konstanta Kecepatan Cahaya (3.108 m/s). Artinya, ketika ada benda yang bermassa bergerak dengan kecepatan cahaya ada energi yang akan dihasilkan. Kalau kita kaitkan dengan kejadian Isra’ dan Mi`raj, ada energi yang dihasilkan dan itu sangat besar. Coba kita hitung. Kita berandai andai kalo Muhammad memiliki massa 60Kg (diambil dari rata rata massa umat Muhammad). Lalu masukkan ke dalam rumus tersebut :

E= 60 x (3.108)2
E= 60 x 9.1016
E= 540.1016

Coba kita telaah hasil dari perhitungan diatas. Betapa besar energi yang dihasilkan oleh perjalanan Isra’ dan Mi’raj. Dengan energi yang begitu besar ini saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi didaerah sekitar lintasan perjalanan (Mekkah sampai Palestina). Kalau kita kaitkan dengan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, tentu dengan energi yang dihasilkan oleh perjalanan ini efek yang ditimbulkan sangatlah waaaaaaaaaaaah. Tetapi, coba kita lihat keadaan daerah sekitar lintasan Isra’ Mi’raj, apakah ada yang berdampak melebihi Bom Hiroshima dan Nagasaki? Jangankan melebihi, untuk sama dengan efek Bom tersebut saja, saya tidak melihatnya.
Ketika tidak ada efek secara empiris, maka tidak ada energi yang dihasilkan dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj tersebut. Lalu, apa yang membuat energi tersebut tidak ada? Jikalau kita kembali kepada rumus E=MC2. Jika energi yang dihasilkan tidak ada maka, E = 0. Kalau E = 0 maka, ada yang membuatnya menjadi 0. Lalu, apa yang membuatnya menjadi 0? Dua element yang menghasilkan energi menurut rumus tersebut adalah Massa dan Konstanta kecepatan cahaya. Jadi, satu satunya yang membuat energi tersebut menjadi 0 adalah massa. Karena element yang satunya lagi adalah konstanta. Ketika manusia tidak mempunyai massa, maka tidak ada jasad yang menyelimutinya. Karena, jasad mempunyai massa dan tidak nol. Maka siapa yang diperjalankan oleh Allah ketika Isra’ dan Mi’raj?
Ini yang menjadikan kajian saya tidak berhenti sampai di pertanyaan ini. Saya tetap menjadikan Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan. Tidak mungkin Al-Quran Menghianati Ilmu Pengetahuan. Maka dari itu saya tetap percaya bahwa Muhammad yang diperjalankan oleh Allah ketika Isra’ Mi’raj.
Beberapa saat saya duduk dan mencoba mencari tahu sesuatu seperti apa yang mempunyai massa 0. Disiplin ilmu yang saya geluti tidak membahas tentang massa. Kemudian saya bertanya kepada seseorang yang sedang duduk di samping pintu UKM. Dia seorang sarjana fisika. Dia bilang “gelombang mempunyai massa 0”. Lalu, apa yang ada didalam diri manusia yang berbentuk gelombang?. Saya mulai berfikir, manusia itu punya dua unsur yaitu jasad dan ruh. Jika dikaitakan dengan terjadinya Isra’ dan Mi’raj tadi, jasad sudah tidak mungkin ikut dalam perjalanan tersebut karena jasad mempunyai massa. Dan massa lah yang menghasilkan energi. Jadi, satu-satunya dalam diri Muhammad yang bisa ikut dalam perjalanan tersebut adalah ruh nya.
Pada saat Isra' Mi'raj, dikisahkan bahwa Rasulullah dan Jibril telah tiba di Sidratul Muntaha, namun malaikat Jibril berkata kepada Muhammad bahwa ia sudah tidak sanggup lagi mengantar Muhammad untuk menghadap ke Hadirat Allah SWT. Jibril berkata: "Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh".
Perhatikan kisah diatas! Ketika Jibril berkata “Jika aku terus ke atas, aku pasti hancur luluh”. Coba kita analisis kalimat “hancur luluh”. Kalo ditafsirkan secara bahasa, jasad Jibril akan hancur ketika sampai ke sidratul muntaha. Jibril diciptakan dari cahaya. Di bukunya Tan Malaka yang berjudul “Medilog” dikatakan bahwa dahulu kita hanya mengenal 4 element yang ada di Bumi yaitu Air, Api, Udara dan Tanah. Dan diantara 4 element ini Tanah merupakan element paling lemah. Jadi, cahaya aja bisa hancur ketika masuk ke sidratul muntaha, apalagi manusia yang hanya terbuat dari tanah.   
Ketika saya menanyakan ini kepada teman – teman di pondok dahulu, saya mmendapati jawaban yang mengatakan bahwa para ulama pun memiliki pendapat yang berbeda tentang masalah ini. Ada yang berpendapat bahwa Jasad Muhammad ikut dalam perjalan ini ada juga yang berpendapat hanya ruh  nya saja yang ikut. Berdasarkan perhitungan dan kajian diatas, saya berpendapat bahwa hanya ruh nya Muhammad saja yang ikut dalam perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut.
Tetapi, saya tidak akan menyalahkan pendapat para ulama yang mengatakan bahwa Jasad Muhammad juga ikut dalam perjalanan tersebut. Karena para ulama memiliki kajian tersendiri dalam masalah ini. Dan para ulama pun tentunya lebih menguasai ilmu keagamaan daripada saya. Dan kembali pertanyaan diatas muncul “Apakah Jasad Muhammad Ikut Dalam Perjalanan Isra’ Mi’raj?”


Wallahau a’lam Bish Shawab

Jumat, 06 Februari 2015

Enaknya Jadi Anak Pondok (Pesantren)

Baru-baru ini gue ngepos tentang sebuah perasaan gue kepada seseorang. seseorang yang gue kenal ketika gue masih menuntut ilmu disebuah pondok pesantren dibilangan Bekasi, Jawa Barat. ada yang protes dengan Bekasi? ga ada kan ya? aman berarti. gara-gara tulisan itu, gue kembali mengarungi dalamnya lautan ingatan gue. mengingat masa yang menyenangkan ketika disana. mengingat dimana gue belajar dan membentuk diri gue yang sekarang. dan buat yang kenal gue di malang, dengan gue yang begini jangan salahkan didikan pondok gue tapi emang karena cetakan dari sananya gue udah begini hahaha :p

pondok pesantren dengan segala lika-liku kehidupan yang ada didalamnya. semua jenis karakter manusia ada disana. mulai dari yang royal, pelit, pinter, bodoh, serius, kocak, konyol, pokoknya semua ada disana dah. sekarang gue begini, temen gue ada yang lebih dari gue sekarang hahah :p. satu hal yang menarik ketika di pondok yaitu 80% orangnya humoris. tidak ada menit yang terlewatkan tanpa ketawa. kecuali, pas pelajaran guru-guru killer dan guru-guru senior baru pada serius yaaa walaupun kadang banyak juga ketawanya. dalam hal pelajaran cuman 1 pelajaran yang bikin setress. bukan fisika, kimia, biologi atau matematika (gue jurusan IPA). tapi yang bikin setress itu pelajaran TAHFIZUL QUR'AN . kalo yang gatau ini pelajaran dimana kita diwajibkan menghapal Al-Qur'an. nih yaa lu bayangin aja, ngapalin rumus yang sealaihum gambreng aja otak gue sampe tumpeh tumpeh apalagi ngapalin Al-Qur'an, botak mungkin gue. makanya gue kabur mulu pas pelajaran ini hahaha :p. udah ah disini kan niatnya mau ngasih tau enaknya jadi anak pondok.

oke deh, kita mulai dari yang pertama. "Anak pondok akan terlihat awet muda" kenapa gue bilang begitu? karena gue ngalamin sendiri kejadian ini. dengan umur gue yang udah semster tua, sebut saja semester 8. ga jarang gue dibilang masih MaBa (Mahasiswa Basi Baru) dan baru-baru ini gue malah disangkain masih kelas 2 SMA. keren kan? gimana ga keren, kuliah yang udah diujung tanduk tapi masih kelihatan kayak anak kelas 2 SMA. ini terjadi karena ketika gue masih di pondok, gue dikelilingi oleh orang yang humoris. kalo kata Gus Dur, gudangnya humor itu ada di pondok pesantren. ini tidak terbantahkan karena gue ngalamin langsung. orang banyak bilang kalo sering ketawa itu awet muda. dan gue udah ngebuktiin itu. gue banyak ketawa dan banyak senyum. tapi efek negatifnya lu akan disangkain gila sama orang-orang

kedua, sebenarnya ini masih efek dari humoris tadi. "lu akan mudah beradaptasi atau mudah diterima dengan lingkungan baru lu". membuat orang ketawa dan melakukan hal yang konyol itu beda tipis. kalo lu nonton anime naruto lu akan ketemu kata-kata kayak gini "kadang orang konyol lebih disukai dari yang lainnya" sekali lagi ini gue buktikan. dengan gue bertingkah konyol, gue lebih cepat diterima dilingkungan baru gue. mungkin bukan konyol yaa tapi homuris sedikit konyol dan berbau mesum hahaha. tapi, tergantung lingkungan juga sih. mungkin karena gue berada di lingkungan jurusan matematika yang diisi dengan manusia serius, gue hadir dengan sepercik cahaya membawa ketawa di matematika 2011 kampus gue. *Pede mampus gue*. padahal mah gue dikucilin diangkatan gue. buktinya, temen-temen gue udah berkutat dengan skripsi tapi gue masih aja berebut kelas dengan ade angkatan. *oke ini diluar konteks*. hal lain yang mendukung lu mudah diterima adalah, lu gampang mengindentifikasi sifat orang-orang yang ada disekeliling lu. kenapa gue bilang begini. diawal sudah gue bilang di pondok itu semua sifat manusia ada didalamnya. dan lu hidup dengan mereka selama 6 tahun. dari bangun tidur sampe tidur lagi ketemunya itu itu aja. pastinya lu paham dong dengan sifat dan cara menghadapi mereka. maka dari itu, anak pondok akan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan. 

ketiga, "Lu akan lebih santai dalam menghadapi sebuah masalah" lu pernah denger kata-kata begini kan "Don't judge the book by a cover". Tapi, orang indonesia ga bisa begitu. orang indonesia itu pasti "Judge the book by a cover". melihat segala sesuatu hanya dari penampilannya saja. orang indonesia akan terlihat sedang ada masalah hanya dengan melihat ekspresi mukanya. jadi, orang sedikit agak segan mendekati orang terlihat punya banyak masalah. dengan ekspresi begitu lu akan terlihat sangat menyedihkan. hidup itu cuman sekali, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. tapi, untuk masalah ini tidak akan berlaku bagi anak pondok. di pondok dulu, ada mata pelajaran yang namanya mahfuzot yang berisi pepatah-pepatah arab yang memotivasi seseorang. salah satu dari kata mutiara yang gue inget dan gue jadiin pegangan hidup adalah "Jangan katakan wahai tuhan aku mempunyai masalah yang besar, tapi katakanlah wahai masalah aku punya tuhan yang besar". kira-kira begitu redaksinya. pokoknya jangan takut dengan masalah karena kita punya tuhan yang selalu menolong kita. dan juga tuhan tidak akan memberikan ujian lebih dari kemampuan umatnya. tapi dosen ga begitu, selalu memberikan ujian diluar kemampuan gue. bukan salah dosen juga sih, guenya aja yang ga bisa ngerjain soalnya :p *oke ini diluar konteks*. jadi, sebagian anak pondok akan terlihat biasa-biasa aja ketiga mereka menghadapi masalah. karena mereka berpegang teguh kepada 2 kalimat diatas. mahfuzot diatas sinkron dengan perkataan Charlie Van Houten Chaplin. beliau mengatakan " Kita memang punya banyak masalah dalam hidup. tapi, bibir kita tidak tahu kalo kita punya masalah. Jadi, tetaplah tersenyum karena senyum merupakan shodaqoh" eh, tapi chaplin ga bilang kalo senyum merupakan shodaqoh :p

ini yang terakhir dan paling penting dari enaknya jadi anak pondok yaitu "anak pondok ga bakalan bisa jadi pemain BO**KEP". bukan kita taku dosa, azab dan lain sebagainya tapi karena memang kita ga bisa. belum dicasting aja udah ditolak. baru buka celana aja udah pasti ditolak. ini karena sebuah kutukan buat anak pondok. gue ceritain dari awal. tapi ini khusus laki-laki, gue gatau dah kalo cewe ngalamin apa ga. tapi kayaknya ga dah. kalo anak-anak pondok yang cowo udah familiar dengan istilah "Stempel Pondok". menurut senior gue, belum sah kita jadi anak pondok kalo kita belum dapet stempel pondok. stempel ini didapatkan setelah kita kena penyakit yang namanya "GALER" atau dikalangan santri pondok gue dikenal dengan nama GAruk pe**LER. penyakit ini menyerang daerah selangkangan dan sekitarnya. gue juga gatau kenapa yang diserang hanya daerah sekitar itu aja. kenapa ga daerah badan, tangan, atau kepala, atau bagian lainnya dah selain daerah selangkangan. dan setelah sembuh, terbitlah stempel pondok yaitu bagian selangkangan kita akan berubah menjadi hitam. bagi yang pernah nonton bokep, lu pasti lu semua ngeliat gimana bersihnya daerah selangkangan pemeran cowonya. bersih dan putiiiiiiiiiiiih men ga item. lah, kita anak pondok selangkangannya item semua. sampai sekarang gue berfikir tuhan menjaga anak anak pondok dari kenikmatan dunia yang sesaat ini dengan penyakit galer. 

cuman itu yang bisa gue bagi ditulisan kali ini. "berbahagialah kalian yang menjadi anak pondok. jangan takut dikatain kuper, gaptek, dll. karena kalian mendapatkan lebih dari yang ga tinggal dipondok !!!"

Jumat, 01 Agustus 2014

Wanita dan Perempuan

Hello guys. Gimana kabarnya? Udah lama juga ga ngeposting tulisan terbaru. Maklum selama satu bulan ini disibukkan dengan tugas PKL dan beberapa tugas lainnya. Udah jarang banget baca buku lagi tapi baca komik jalan terus. Jadi, belum mendapatkan inspirasi buat tulisan terbaru. Oh iya, mumpung masih bulan syawal, gue minta maaf yaa atas segala kesalahan gue. baik disengaja maupun tidak sengaja. Buat objek tulisan gue juga manatau kalian semua merasa tersinggung dengan apa yang gue tulis menyangkut kalian.

Setelah sedikit lepas dari tugas PKL dan mempersiapkan fisik untuk melakukan pendakian ke gunung argopuro, gue merasa banyak waktu luang. Dan mulailah gue membaca buku-buku yang sempat terbengkalai. Dan gue menemukan suasana yang tenang dan sedikit menentramkan hati gue. dan tentunya gue menemukan beberapa pengetahuan yang sebelumnya gue belum tau. Yaa seperti pengetahuan tentang Wanita dan Perempuan. Bukan sifat atau sikap mereka tapi definisi dari dua kata tersebut. Kapan perempuan disebut wanita dan kapan wanita disebut perempuan.

Pengetahuan ini gue dapatkan saat gue baca novel yang berjudul BLACK PAPER, karyanya FAIZA AFLIHA. Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswa sastra tingkat akhir yang bernama Paula. Paula yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa (skiripsi) yang meneliti sebuah novel karya Zeus Shenandoah yang berjudul “Don`t Ask, Don’t Tell”. yang bercerita tentang seorang mahasiswa yang membela kaum gay. Disanalah kisah itu dimulai. Kisah pertemuan antara Paula dan Zeus bermula. Bagaimana satu demi satu sisi gelap kehidupan Zeus terungkap. Dan membuat Paula berharap tidak hanya menjadi seorang penggemar biasa. Tapi Paula ingin menjadi lebih. Tapi, yang menarik dari novel itu bukan kisah cinta antara Paula dan Zeus. Tapi, bagaimana yang menarik adalah tokoh dalam novel karya Zeus tersebut yang bernama Veg. apakah Veg ini merupakan alter ego dari si Zeus? Dan apakah novel ini menunjukkan orientasi seksual dari Zeus? Untuk lebih lengkapnya silahkan baca sendiri novelnya. Dan ingat yaa belinya jangan yang bajakan. Kasihan penulisnya udah nulis cape-cape, tapi kalian belinya bajakan.

Bukan tentang kisah cinta yang akan saya bagikan disini. Tapi, ada sedikit pengetahuan yang mungkin ga semua dari kita tau tentang hal yang ini. yaitu tentang Wanita dan Perempuan. Sekilas dua kata ini memuat makna yang sama. Tapi, setelah saya membaca novel itu saya baru tau kalo 2 kata ini sangat berbeda. Dimana sih bedanya? Ayo kita kupas sati persatu. Kalo kalian ingin tau lebih dalam silahkan beli novelnya dan buka halaman 113.

Jumat, 16 Mei 2014

Ga Enak Jadi Penulis

Haloo semuanya ketemu lagi dengan gue. Orang yang ga pernah jelas. Padahal selalu jelas cuman temen temen gue aja yang belum bisa menerima imajinasi gue yang berlebihan *ini apasih*. Kita ketemu lagi dengan tulisan gue yang kesekian. Mungkin kalian udah bosen dengan tulisan gue yang ga jelas selama ini. hari ini gue coba nulis tentang beberapa keresahan gue tentang penulis.

Beberapa bulan ini, gue sering banget ke gramed. Walaupun cuman ngecheck novel keluaran baru atau komik yang baru keluar. Tapi, gue menemukan sedikit keganjilan. Tumben tumbenan di toko buku ini banyak anak SMA. Biasanya mah dikit. Berarti minat baca kita sedang tumbuh. Dan berarti penjualan buku sedang meningkat hehehehe. Tapi, mereka hanya berkumpul disuatu titik tertentu. Di rak buku kumpulan soal buat masuk perguruan tinggi. Ternyata mereka pengunjung musiman. Tapi, gapapa lah namanya juga masih SMA mungkin dengan membaca soal cerita nantinya beranjak ke cerita di novel dan berakhir di cerita dewasa hahaha :p.

Yang buat gue miris adalah didepan pintu masuk gramedia ada stand buku buku murah. Dan banyak juga novel disana. Dari realita tersebut gue nyoba menyimpulkan bahwa buku buku yang dijual di stand murah itu adalah buku buku cuci gudang atau buku buku yang kurang laku. Padahal kalo gue liat banyak novel bagus disana. Gue aja sampe beli sekitar 3 novel dari stand itu. Apasih yang menyebabkan itu semua. Apa ceritanya yang kurang seru atau minat baca kita yang memang masih kurang atau bahkan kebanyakan dari pembaca beli buku bajakan. Padahal kalo kita liat susah loh jadi penulis itu. Apa kita tidak bisa menghargai penulis dengan membeli buku aslinya bukan yang bajakan.. keren kan orasi gue?hahaha :p

Di kampus gue hidup di sebuah UKM yang mungkin sebagian besar anggotanya merupakan penulis. Baik penulis cerpen, artikel, sampe dengan penulis di buku tulis :p. Mau gamau gue juga ikut dalam iklim ini. gue mulai suka nulis. Nulis apa aja udah yang penting nulis. Cuman gue masih ga berani nulis cerita dewasa aja heheheh :p. tapi, ga selamanya jadi penulis itu enak. Ga selamanya kita jadi penulis itu nanti akan jadi kayak RADITYA DIKA, ANDREA HIRATA, BOIM LEBON atau bahlan kayak SIR ARTHUR CONAN DOYLE yang fenomenal dengan Sherlock Holmes. Jadi penulis itu banyak ga enaknya. Nih gue kasih satu persatu ga enaknya jadi penulis.

Nih, ga enaknya jadi penulis yang pertama adalah “Ketika kita baca tulisan tangan kita sendiri itu ga bisa” lu pernah ngebayangin ga kalo ada penulis yang ga bisa baca tulisan tangannya sendiri hahaha itu kan ga enak banget. Jadi penulis yang biasanya ngetik eh, pas baca tulisan sendiri ga bisa. Kan ga enak banget hahaha :p

Jadi penulis juga ga enak kalo kita disuruh NULIS DI BATU NISAN. Ini sumpah ga enak banget. Biasanya nulis di kertas atau di lembaran office eh disuruh nulis di batu nisan. Kan ga enak banget. Pulpen mana coba yang bisa hahaha :p. tapi mungkin juga yaa suruh nulis puisi tentang kematian di batu nisan haha. Tapi, make pulpen yang kayak gimana yaa hahaha :p

Jadi penulis juga ga enak kalo lagi diatas bajaj. Gimana mau nulis, kalo getarannya ngalahin gempa di aceh tahun 2004. Mungkin kalo hp lu esia yang getarnya mencapai 5SR juga ga bakalan kerasa kalo diatas bajaj. Dengan getaran yang sangat kuat gimana lu bisa nulis. Paling lu sibuk dengan benerin tempat duduk yang selalu berpindah tempat seiring dengan bergulirnya waktu.

Dan ketika penulis sudah jadi pekerjaan ada satu pekerjaan nulis yang ga enak banget yaitu NULIS BUKU TABUNGAN. Ga pernah kan lu nemu orang nulis buku tabungan? Yaa pasti ga enak laah. Penulis buku tabungan kan pasti kepo banget. Nanyain pengeluaran lu sehari berapa aja, belanja apa aja hahaha :p. makanya kalo buku tabungan itu di print ga ditulis hahah :p

Kalo kita jadi penulis muda paling ga enak itu adalah ketika “BUKU KITA BESTSELLER, KITA TERKENAL TAPI, MASIH JOMBLO”. Kayak gue sekarang gitu. Gue masih jomblo walaupun gue cuman penulis blog biasa kan cukup terkenal di teman teman gue. Yaa yang penting kan terkenal. nanti kalo gue sampe wisuda masih jomblo. Mungkin gue lulus dengan predikat JOMBLO CUMLAUDE. Jadi pas nyebut nama gue MC nya bilang “inilah lulusan terbaik tahun ini dengan predikat jomblo cumlaude…. Radhitya Okvien dari jurusan Matematika” dan gue yakin setalah ngomong itu, keluarga gue yang dateng bakalan beli topeng. Dan bikin banner dengan tulisan “Bukan Keluarganya Radhitya Okvien”. Lah ini kenapa jadi ngelantur. Oke kita lanjut.

Dan ketika lu jadi penulis juga ga enak. Kalo buku lu cuman dijadiin ganjelan lemari. Emang ga enak. apalagi itu buku pertama lu. Ibaratnya mah masterpiece lu eh cuman dijadiin ganjelan lemari. Itu masih mending ada dikamar yang cuman diliat sedikit orang. paling temen temen dan keluarga doang. Tapi, kalo buat ganjelas garasi. Wah itu bisa berabe banget. Bisa diliat orang sekampung hahah :p. Tapi, juga bisa jadi lahan buat promosiin buku lu kok, walaupun caranya jelek. Dari pada dijadiin buat bungkus cabe hahaha :p

Dan ketika penulis itu kerjaan lu jadi ga enak juga ketika MERTUA GA SUKA. Nah, ini bisa menyangkut masa depan lu dengan istri lu. Mungkin anggapan mertua lu itu penghasilan menjadin penulis tidak bisa menghidupi keluarga lu. Atau juga tidak bisa menghidupi mertua lu itu hahah :p

Dan terakhir ga enak jadi penulis itu kalo LU GA BISA NULIS. Yaa gimana mau jadi penulis yang enak kalo nulis aja lu ga bisa. Mending balik aja ke TK lagi lah belajar nulis……..


Mungkin, itu sebagian tulisan gue yang ga jelas. Semoga tidak bermanfaat buat kalian. Gue juga tidak akan meminta maaf kalo tulisan gue ini membuat yang mau jadi penulis jadi berubah pikiran. Yang penting mah buat gue happy. Daaaaaaaaaaaah :p

Senin, 12 Mei 2014

Kenapa Harus Bekasi?

Apa yang lu pikirkan dengan Bekasi? Pasti ga jauh jauh dari kata Panas. sangking panasnya Bekasi, kalo udah kiamat ada padang Mahsyar yang katanya matahari itu sejengkal, mungkin tempatnya di Bekasi. Bekasi juga katanya Alay, tempat pembuangan sampah, terus apa lagi. Kebanyakan jeleknya lah. Belum macetnya. Tapi ga buat gue. Buat gue Bekasi itu kota yang indah tapi keindahan itu hilang semenjak Negara api menyerang. Bekasi juga kota yang unik. Uniknya dimana? Yaa dari namanya. Lu liat aja mana ada kota dengan nama Bekasi selain Bekasi hahaha *ini apasih*. Tapi, bener kan? Bekasi cuman ada 1. Mungkin di Indonesia cuman ada 1 Bekasi. Mungkin juga di dunia Bekasi cuman ada 1. Makanya menurut gue Bekasi itu unik banget.

Di Bekasi gue tumbuh sebagai remaja yang sedikit paham dengan kehidupan kota metropolitan. Bagaimana pergaulan anak anak metropolitan, bagaimana cara mereka berteman, bagaimana cara mereka menganggap teman dan bagaimana cara mentertawakan diri sendiri pun gue dapet di Bekasi. Banyak juga yang bilang kalo Bekasi itu cuman kota tempat singgahnya orang orang yang mengadu nasib di Jakarta. Kampret banget itu yang bilang begitu. Padahal kan statement itu tidak sepenuhnya salah. Malah kebenyakan bener hahaha. tapi, mungkin itu sekarang tinggal kata kata doang. Kita lihat sekarang bagaimana Bekasi menjadi kota Industri. Lu liat aja pas may day, gimana buruh buruh di Bekasi ngeblokir tol. Udah terlalu mainstream blokir jalan raya pas demo. Buruh di Bekasi mah blokir jalan TOL. Itu lah yang bikin Bekasi keren. Orang orangnya udah ga mainstream lagi.

Kamis, 08 Mei 2014

Mendung Tapi Cerah

“Pak!! Mie ayam 1, ga usah pake kuah, sawinya jangan banyak banyak ama jangan pake batang, sambelnya barengin aja sama bumbu, jangan lupa kecap manisnya agak lebih banyak dari kecap asinnya” dua suara dengan kalimat yang sama membuat kaget penjual mie ayam.
“Jangan lupa cekernya pak!! Minumnya es teh” lagi lagi barengan
“eh, lu kok samaan kayak gue mesennya?” gue nyoba nanya
“lah, mana gue tau!! Biasanya juga gue mesen begitu kok” dia menklarifikasi
“oh yaudah”
“anjrit gue ga dapet tempat duduk lagi” dia menggerutu sambil matanya tetap mencari
“hahahaha. Ga dapet tempat duduk ya lu?” gue mencoba menggoda
“iya nih, masa gue makan berdiri kan kaga enak banget. Gue duduk samping lu ya?”
“yaudah. Baru aja gue mau nawarin. Gue Radit” sambari mengulurkan tangan
“Gue Dewi” menyambut uluran tanganku

Hari itu cuaca sedikit mendung tapi hawanya bikin gerah. Mungkin akan turun hujan sebentar lagi. Memang paling enak kalo begini makan mie ayam di samping MX. Sudah lama ga makan mie ayam. Yaa kira kira terkahir makan 1 minggu yang lalu lah heheheh. Gue emang pecandu mie ayam. Dulu waktu gue masih sehat bugar makan mie ayam itu bisa setiap hari. tapi kira kira 6 bulan lalu kegiatan ini sudah tidak bisa gue lakuin lagi. Kuat kuat nahan laah.

Mungkin setelah makan mie ayam gue mau ke gramedia. Mumpung masih awal bulan dan duit masih ada untuk beli novel baru. Memang sekarang gue kembali lagi kecanduan untuk membaca novel. Mungkin sudah hampir 5 novel yang gue tamatkan dalam sebulan terakhir. Karena memang ga ada kerjaan lagi. Dan juga karena aku harus beristirahat total selama 3 bulan. Jadi, daripada ga ngapa ngapain mending baca novel aja.

“eh, ngelamun aja lu. Ngapa emang? Takjub ngelihat bidadari jatuh dari surga” dia memecah keheningan
“buset dah sian amat bidadari jatuh dari surga. Dijorokin ya lu dari surge sampe jatuh hahaha”
“oh iya salah, maksud gue turun dit hahah”
“lah lu yang bilang jatuh. Lagian juga paling lu bidadari yang ga dibutuhin lagi makanya sampe turun ke bumi hahaha”
“anjrit.. bisa aja lu galon minyak!!! hahah”
“yeee.. ampas tahu!!! bacot aje lu hahaha”

Cepat sekali suasana mencair antara kami berdua. Seperti sudah lama saling kenal. Padahal baru beberapa menit yang lalu bertemu. Itu juga gara gara samaan mesen mie ayam dan dia ga dapet tempat duduk. nyablak juga nih cewe. Jarang banget gue nemuin cewe kayak gini di malang. Malah belum ketemu yang nyablak. Yang medok banyak heheheh :p. kalo sudah kayak gini cuman ada 3 kemungkinan daerah asalnya. Kalo ga Bekasi, Tanggerang ya Depok. Kalo Jakarta mah sudah jarang banget cewe yang ngomong nyablak banget. Kebanyakan cewe di Jakarta ngomongnya sudah rada halus. Soalnya orang betawi yang notabenenya ngomongnya nyablak udah jarang banget di Jakarta. Kebanyakan Betawi sekarang ada di pinggiran Jakarta. Kayak Bekasi, Depok, atau Tanggerang. *keren kan hipotesa gue. Ga percuma suka baca novel detective*
“Depok, Bekasi, apa Tanggerang?” gue nyoba nanya
“Oh, gue dari Depok”