Sabtu, 07 Juli 2012

Bahtera Nabi Nuh dibuat di Madura


Oleh : Radhitya Okvien*

Buat yang beragama Islam tentu tidak asing dengan Nabi Nuh. Nabi yang berumur paling panjang, Nabi yang kaumnya habis diterjang bencana, Nabi yang bisa membuat bahtera (perahu), dsb (dan saya bingung).hahaha…

Nah, kalo Nabi yang berumur panjang, dan kaumnya dikit itu sudah biasalah. Tetapi, nabi yang bisa membuat Bahtera (perahu) ini yang luar biasa. Ini bisa memunculkan spekuliasi bahwa Nabi Nuh kuliah di jurusan Tekhnik Perkapalan hahahahaha (maafkan aku ya Allah telah mengolok-olok utusan-Mu). Secara logika berarti Nabi Nuh ini mempunyai ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. Sampai bisa membuat Bahtera (perahu) yang besar dan berbahan baku Kayu.

Nah, ini gue punya satu pengalaman ketika gue lagi ngopi bareng sesepuh LKP2M (lembaga kajian, penelitian, dan pengembangan Mahasiswa). Ada seorang senior gue mengatakan atau tepatnya bertanya lah “ itu kayu yang dipake Nabi Nuh dapet dari mana yaaa???”

Ini kan pertanyaan yang konyol, koplak, dan ga terfikirkan sebelumnya. Tapi, ada benernya juga yaa?? Itu kayu darimana yaa?? Kalau kita berorientasi bahwa ini kejadian terjadi di daerah timur tengah yang tandus kayaknya agak ganjil. Gue mikir apakah di daerah timur tengah itu ada hutan?? Setau gue timur tengah itu tandus. Susah untuk nanam pohon yang batangnya bisa untuk kayu berkualitas yang digunakan untuk membuat Bahtera (perahu). Ga mungkin kan.?? Atau makai kayu dari pohon korma?? Ini tambah ga mungkin juga karena batang pohon korma itu ga kuat. Apakah juga ini kayu Import dari negara yang beriklim tropis?? Agak susah juga Import kan waktu itu belum ada transportasi yang memadai.

Dari pertanyaan diatas bisa ditarik kesimpulan daerah terjadinya kejadian tersebut. Nah, dari nalar yang gue jelasin diatas bahwa kesimpulan gue kejadian ini tidak terjadi di daerah timur tengah. Hahaha gue ketawa sendiri akhirnya hahahaha. Apakah ini wujud dari firman Tuhan yang artinya “berfikirlah tentang ciptaan Allah tapi jangan berfikir tentang dzat Allah”. Ataukan ini efek dari Cogito Ergo Sum (jargon UKM LKP2M)???

Kembali lagi pada permasalahan tadi. Dimana Nabi Nuh mendapatkan kayu untuk membuat Perahunya. Lagi-lagi gue bingung. Berfikir, berfikir, dan berfikir. Eh, gue lagi mengeluarkan kemampuan gue dalam menalar sesuatu (aplikasi logika matematika) ada yang bilang “itu kayu dari Indonesia???” waduh ini bener ga.?? Hati gue ngomong “ ada benernya juga, karena Indonesia kan hutannya lebat”. Nah, ada suatu titik dari diskusi yang kami lakukan.

Indonesia?? Dimananya yaaa.?? Apakah Kalimantan, Sumatera, Jawa, ataukah Papua yang semua pulau ini memiliki hutan yang lebat. Tetapi dengan orientasi kita bahwa kejadian itu terjadi di daerah tandus dan memiliki akses yang dekat dengan hutan yang lebat. Ada ga sih tempat yang seperti ini?? Pemikiran orang-orang yang berkecimpung di diskusi itu tertuju pada suatu pulau yang tandus dan mempunyai akses yang dekat dengan hutan yaitu MADURA. Kenapa kok Madura?? Yaa seperti yang gue jelasin diatas tadi daerah tandus yang mempunyai akses yang dekat dengan hutan yaitu di pulau Jawa dan Kalimantan.

Dikatakan oleh salah satu peserta diskusi bahwa disuatu kitab mengatakan bahwa kejadian Nuh itu di Jabal JUD. Nah, di Madura ini ada sebuah gunung yang bernama PAJUDAN. Ada kata JUD didalam kata PAJUDAN.?? Apakah ini suatu kebetulan ataukan kebenaran?? Bisa saja ini suatu kebenaran dikarenakan letak geografis pulau Madura. Dan dikatan juga di Madura ini ditemukan kayu yang sangat besar yang bernama kayu kaukah. Yang katanya itu ditemukan sudah lama bahkan zaman majapahit pun sudah ditemukan??

Gunung PAJUDAN dan kayu KAUKAH????? Apakah ini sebuah kebetulan ataukan tabir kebenaran tentang kejadian pembuatan Bahtera Nabi Nuh akan terbuka?? Hanya Waktu yang dapat menjawabnya. Kita hanya bisa berfikir dengan LOGIKA kita dan mencari pembenarannya di Al-Qur`an.

Wallahu a`lam bi As-showab





*Mahasiswa Jurusan Matematika
Angkatan PRA XIII LKP2M
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar